Hari Ini:

Senin 24 Jul 2017

Jam Buka Toko:

08.00-16.00

Telpon:

085647701900

SMS/Whatsapp:

085647701900

Email:

produkheberal@gmail.com

Pembayaran Melalui

Rek : 136-00-1151790-8
An. Muhammad Abdurrozaq
Rek : 0464224762
An. Muhammad Abdurrozaq
Rek : 0464224762
An. Muhammad Abdurrozaq

Akhirnya Para Ilmuwan Memecahkan Mekanisme Infeksi Kulit Yang Serius

25 Februari 2017 - Kategori Blog

Ilmuwan Memecahkan Mekanisme Infeksi Kulit Yang Serius

Mekanisme infeksi kulit staphylococcus aureus

Staphylococcus aureus adalah salah satu bakteri yang paling ditakuti, karena bakteri ini merupakan patogen multi-resisten. Bakteri sering menyebabkan infeksi yang mengancam jiwa, terutama bagi orang yang memiliki sistem kekebalan lemah. Selama beberapa tahun terakhir, khususnya strain S. aureus telah muncul di seluruh dunia yang dikenal dengan sebutan “Community-Associated Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus” atau CA-MRSA.

Strain CA-MRSA ini bahkan dapat memicu infeksi serius pada kulit dan jaringan orang yang sehat. Para ilmuwan antar fakultas di Institute of Microbiology and Infection Medicine, Tübingen (IMIT) dan German Center for Infection Research (DZIF) telah mampu memecahkan mekanisme penting pada proses terjadinya infeksi ini.

Strain CA-MRSA Dapat Mengubah Lapisan Envelope Sel

Ilmuwan telah mampu menunjukkan bahwa strain CA-MRSA dapat mengubah lapisan envelope sel luar bakteri dengan menyisipkan sejumlah polimer gula rantai panjang. “Telah diketahui bahwa CA-MRSA dapat meningkatkan sekresi racun secara masif, yang memainkan peran utama dalam perkembangan infeksi kulit yang serius,” kata Dr. Christopher Weidenmaier.

Ilmuwan juga dapat membuktikan bahwa terjadi peningkatan penyisipan polimer gula ke dalam lapisan envelope sel yang menciptakan perubahan terhadap reaksi imun tubuh. Peningkatan kemampuan bakteri yang sangat cepat menyebabkan infeksi kulit yang sangat serius pada hewan percobaan.

Pemecahan Mekanisme Infeksi Kulit Sampai Level Molekuler

Para ilmuwan memecahkan mekanisme infeksi kulit ini sampai pada level molekuler, yaitu telah mengetahui modifikasi dalam lapisan envelope sel. Hal ini memungkinan untuk mencegah proses modifikasi infeksi kulit ganas yang disebabkan oleh strain CA-MRSA di masa mendatang. “Cara seperti ini mirip metode terapi, sehingga menambah sistem kekebalan tubuh manusia secara lebih efisien terhadap serangan infeksi,” kata Weidenmaier.

Strategi yang dipakai ilmuwan tersebut dikenal dengan istilah anti-virulensi. Anti-virulensi ini tidak menyerang patogen, namun yang diserang adalah efek patogeniknya. “Berbeda dengan pengobatan antibiotik klasik, strategi anti-virulensi ini memiliki resistensi yang lebih rendah,” jelas ilmuwan. “Karena sel bakteri tidak dibunuh atau dihambat pertumbuhannya, sehingga evolusi bakteri bisa ditekan”. (Muhammad Abdurrozaq)


Sumber:

German Center for Infection Research


Referensi jurnal:

Stefanie Wanner, Jessica Schade, Daniela Keinhörster, Nicola Weller, Shilpa E. George, Larissa Kull, Jochen Bauer, Timo Grau, Volker Winstel, Henriette stoy, Dorothee Kretschmer, Julia Kolata, Christiane Wolz, Barbara M. broker, Christopher Weidenmaier. Dinding asam teikoik menengahi peningkatan virulensi di Staphylococcus aureus. Nature Microbiology, 2017; 2: 16.257 DOI: 10.1038/nmicrobiol.2016.257

, , , ,